Kamis, 30 Januari 2014

Kira-kira judulnya apa ?

orang yang menyarankan kita agar selalu percaya diri belum tentu dia orang kuat, juga belum tentu orang pandai. kenapa? karena memberikan saran itu tidak lebih sulit daripada pelaksanaannya. banyak orang berbicara tentang kebaikan, padahal dia sendiri belum tentu bisa melaksanakan kebaikan itu, banyak orang menyarankan orang lain untuk berbuat baik padahal kelakuannya sendiri tak pernah menjadi baik, banyak orang menyemangati orang lain untuk terus maju dalam berjuang tanpa kenal lelah padahal dia sendiri selalu lemah, banyak orang yang menyalakan api semangat orang lain padahal api semangatnya sendiri belum pernah nyala. lalu orang mana lagi yang akan dia semangati ? padahal dirinya sendiri masih membutuhkan penyemangat dari orang lain

oleh karena itu pandai-pandailah untuk menyemangati diri sendiri, pandai-pandailah untuk selalu memiliki jiwa yang kuat. Orang yang mampu menyemangati dirinya sendiri sebelum menyemangati orang lain baru itu disebut orang hebat, baru itu disebut orang pandai. Orang yang pandai berbuat baik Sebelum menyarankan dan menjadikan orang lain untuk selalu berbuat baik barulah itu disebut dengan orang yang bijak dan tahu malu. Tahu malu? Ya, maksud saya tahu malu. Kenapa?  Coba bayangkan, betapa tidak malunya seseorang kita menyarankan orang lain untuk berbuat baik sementara kita sendiri belum seutuhnya mampu untuk itu. Lalu apa kata orang tentang kita ?

Yuk mari kita semangati diri sebelum disemangati orang lain, yuk mari pimpin diri sendiri sebelum mempin orang lain. Sebab, disemangati orang lain dan dipimpin orang lain, belum tentu merasakan nyaman, belum tentu menerimakan dengan seutuh hati, sebab biasanya orang pintar hanya ketika orang itu menceramahi orang lain. Namun hanya sebagian orang saja yang mampu menceramahi hati nuraninya sendiri. Mungkin itu karena karakter manusia, pintar mencari kesalahan orang lain sementara kesalahan diri sendiri tidak dilihatnya. Aneh bin ajaib, semakin dekat semakin tidak kelihatan, memang itulah hukum alam yang ada di dunia.

Seperti tuhan, Dia tidak kelihatan karena terlalu dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dari urat nadi. Setiap manusia memiliki krangka tubuh yang sama dan susunan anggahota yang sama pula, semuanya tersusun secara sistematis, dari setiap susunan itu terdapat rahasia yang masih belum tersingkap. Misalnya mata, ia adalah sebuah indra yang nampak, namun jika kita cermati bahwa dibalik mata setiap manusia terdapat sebuah rahasia besar. Rahasia itu tidak akan bisa terungkap kecuali dengan sebuah pemikiran yang mendalam,yaitu pemikiran yang dilandasi dengan keyakinan akan kekuatan tuhan, kekuasaan tuhan dan keagungan tuhan

Semua pristiwa mulai dari hal kecil sampai dengan hal yang luar biasa besar, tidak akan terlepas dari sebuah kekawasaan besar, yaitu kekawasaan yang selalu menjadi misteri bagi kita senua. Kekuasaan yang dimaksud disini adalah sebuah kekawasaan yang tak ada bandingannya, yakni kekuasaan diatas segala kekuasaan. Kekuasaan yang mampu melahirkan kekuasaan-kekuasaan lain, namun pada dasarnya kekusaan lain adalah merupakan bagian dari kekuasaan-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar