orang yang menyarankan kita agar
selalu percaya diri belum tentu dia orang kuat, juga belum tentu orang pandai.
kenapa? karena memberikan saran itu tidak lebih sulit daripada pelaksanaannya.
banyak orang berbicara tentang kebaikan, padahal dia sendiri belum tentu bisa
melaksanakan kebaikan itu, banyak orang menyarankan orang lain untuk berbuat
baik padahal kelakuannya sendiri tak pernah menjadi baik, banyak orang
menyemangati orang lain untuk terus maju dalam berjuang tanpa kenal lelah
padahal dia sendiri selalu lemah, banyak orang yang menyalakan api semangat
orang lain padahal api semangatnya sendiri belum pernah nyala. lalu orang mana
lagi yang akan dia semangati ? padahal dirinya sendiri masih membutuhkan
penyemangat dari orang lain
oleh karena itu pandai-pandailah
untuk menyemangati diri sendiri, pandai-pandailah untuk selalu memiliki jiwa
yang kuat. Orang yang mampu menyemangati dirinya sendiri sebelum menyemangati
orang lain baru itu disebut orang hebat, baru itu disebut orang pandai. Orang
yang pandai berbuat baik Sebelum menyarankan dan menjadikan orang lain untuk selalu
berbuat baik barulah itu disebut dengan orang yang bijak dan tahu malu. Tahu malu?
Ya, maksud saya tahu malu. Kenapa? Coba
bayangkan, betapa tidak malunya seseorang kita menyarankan orang lain untuk
berbuat baik sementara kita sendiri belum seutuhnya mampu untuk itu. Lalu apa
kata orang tentang kita ?
Yuk mari kita semangati diri
sebelum disemangati orang lain, yuk mari pimpin diri sendiri sebelum mempin
orang lain. Sebab, disemangati orang lain dan dipimpin orang lain, belum tentu
merasakan nyaman, belum tentu menerimakan dengan seutuh hati, sebab biasanya
orang pintar hanya ketika orang itu menceramahi orang lain. Namun hanya
sebagian orang saja yang mampu menceramahi hati nuraninya sendiri. Mungkin itu
karena karakter manusia, pintar mencari kesalahan orang lain sementara
kesalahan diri sendiri tidak dilihatnya. Aneh bin ajaib, semakin dekat semakin
tidak kelihatan, memang itulah hukum alam yang ada di dunia.
Seperti tuhan, Dia tidak kelihatan
karena terlalu dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dari urat nadi. Setiap manusia
memiliki krangka tubuh yang sama dan susunan anggahota yang sama pula, semuanya
tersusun secara sistematis, dari setiap susunan itu terdapat rahasia yang masih
belum tersingkap. Misalnya mata, ia adalah sebuah indra yang nampak, namun jika
kita cermati bahwa dibalik mata setiap manusia terdapat sebuah rahasia besar. Rahasia
itu tidak akan bisa terungkap kecuali dengan sebuah pemikiran yang
mendalam,yaitu pemikiran yang dilandasi dengan keyakinan akan kekuatan tuhan,
kekuasaan tuhan dan keagungan tuhan
Semua pristiwa mulai dari hal kecil sampai
dengan hal yang luar biasa besar, tidak akan terlepas dari sebuah kekawasaan
besar, yaitu kekawasaan yang selalu menjadi misteri bagi kita senua. Kekuasaan yang
dimaksud disini adalah sebuah kekawasaan yang tak ada bandingannya, yakni
kekuasaan diatas segala kekuasaan. Kekuasaan yang mampu melahirkan kekuasaan-kekuasaan
lain, namun pada dasarnya kekusaan lain adalah merupakan bagian dari
kekuasaan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar